Kamis, 29 November 2012

Doa Sederhana

Belakangan ini aku selalu sedih memikirkan mama ku~~ Yah, mama mesti berjuang keras untuk kesembuhan bapak. Entah sudah berapa ratus kali mama mengucap doa yang tak pernah putus kepada Allah demi kesembuhan bapak. Aku masih ingat jelas, tanggal 11 Oktober 2012, bapak jatuh sakit dan harus di larikan ke rumah sakit, mama di samping bapak air matanya terus mengalir deras, lantunan doa tak pernah pudar di bibirnya. Aku menangis haru tapi kadang aku tahan, karna rasa pusing yang tak terkendali. Tapi mama seorang wanita yang kuat, setiap tetes air matanya bagaikan kilauan mutiara. Lantunan doa nya sebagai penyejuk kalbu. Aku yakin mama adalah wanita yang tegar, cobaan ini pasti berbuah manis nantinya. Aku percaya Allah gak akan memberikan cobaan ini cuma-cuma, di balik semuanya Allah udah menyiapkan kado terindah, itu yang selalu terpatri di benakku hingga detik ini. 
Aku kadang takut saat mendengar nada telpon dari ponselku, aku takut mendapat kabar yang menyedihkan. Aku selalu berharap mendapatkan kabar baik dari orang tuaku. Tapi kenyataannya akhir-akhir ini, Aku malah mendapat kabar yang menyedihkan. Bapak masuk rumah sakit kembali, dan aku medapat kabar tersebut dari mama, yah,, Mama menangis terisak di telpon, mama berkata "Dek,, Mama gak kuat lagi".. Bapak masuk rumah sakit lagi".. Rasanya seperti tertusuk duri di hati ini. Mama aku yang begitu kuat dan tegar, tiba-tiba saja mengatakan hal tersebut. Tahukah,, kalau aku lebih rapuh dari mama. Lalu kalau mama tidak kuat bagaimana kehidupan keluarga aku selanjutnya. Aku berkata kepada mama "Mama harus kuat, mama jagain bapak, dely di sini akan doain bapak selalu" sambil menahan tangis yang rasanya sudah menerobos pelupuk mata. Lalu telpon di tutup, aku menangis sejadi-jadinya di pagi itu. Aku berdoa kepada Allah.. tentang segala cobaan yang dia berikan, lalu aku berserah, karna hidup aku, hidup kedua orang tuaku ada di tangan Allah, tapi aku mencoba untuk mendoakan yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Untuk Mama yang kini rapuh, tapi aku percaya hingga detik ini beliau adalah sosok wanita yang amat hebat dan kuat. Untuk Bapakku yang begitu aku rindukan gelak tawanya, dan selalu mengantarkan diriku kesekolah sewaktu SMA dulu, mengantarkan diriku mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, mengantarkan aku sampai di kota satria ini. Aku rindu bapak yang sehat dan yang tak kenal lelah. Allah ini doa sederhana aku, maukah kau mendengarkannya dan mengabulkannya, masih banyak kan manusia di luar sana yang memiliki doa yang amat mewah. Ini hanya doa sederhana untuk kedua orang tuanya, dari seorang anak yang merindukannya. 

0 komentar:

Posting Komentar